Untukmenjadi saksi tentang kebangkitan Yesus maka kita harus: 1. Menjadi kesaksian di dalam perbuatan. Setiap manusia yang normal baik yang percaya maupun yang tidak percaya masing-masing punya paca indera yang sama. Perbedaannya teletak pada kesaksian/perbuatan. Yakobus 2 mengatakan bahwa iman tanpa perbuatan adalah mati.
BANGKIT& BERSINARLAH. Berdasarkan Yesaya 60. Ditulis untuk berbagi berkat dan visi di tahun 2013. Semoga bermanfaat bagi saudara seiman dan gereja TUHAN. "Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu datang, dan kemuliaan TUHAN terbit atasmu.". Bangkit, diperuntukkan untuk mereka yang sedang dalam posisi tidak bangkit alias duduk, tidur
Bacaan Firman Tuhan Yesaya 60 1-7 Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu datang, dan kemuliaan TUHAN terbit atasmu. Sebab sesungguhnya, kegelapan menutupi bumi, dan kekelaman menutupi bangsa-bangsa; tetapi terang TUHAN terbit atasmu, dan kemuliaan-Nya menjadi nyata atasmu. Bangsa-bangsa berduyun-duyun datang kepada terangmu, dan raja-raja kepada cahaya yang terbit bagimu. Angkatlah mukamu dan lihatlah ke sekeliling, mereka semua datang berhimpun kepadamu; anak-anakmu laki-laki datang dari jauh, dan anak-anakmu perempuan digendong. Pada waktu itu engkau akan heran melihat dan berseri-seri, engkau akan tercengang dan akan berbesar hati, sebab kelimpahan dari seberang laut akan beralih kepadamu, dan kekayaan bangsa-bangsa akan datang kepadamu. Sejumlah besar unta akan menutupi daerahmu, unta-unta muda dari Midian dan Efa. Mereka semua akan datang dari Syeba, akan membawa emas dan kemenyan, serta memberitakan perbuatan masyhur TUHAN. Segala kambing domba Kedar akan berhimpun kepadamu, domba-domba jantan Nebayot akan tersedia untuk ibadahmu; semuanya akan dipersembahkan di atas mezbah-Ku sebagai korban yang berkenan kepada-Ku, dan Aku akan menyemarakkan rumah keagungan-Ku. Kerangka Khotbah Seperti fajar yang terbit di pagi hari, dan kita dibangunkan dari tidur yang panjang untuk menjalani hari yang cerah. Demikianlah firman Tuhan berseru untuk bangun dan bangkit sebab terang Tuhan telah terbit. Terang abadi yang akan menyinari kehidupan umatNya dan banyak orang akan melihat sinar dari terang Tuhan yang menyinari umatNya itu. Kita telah mengimani Tuhan Yesus yang telah membawa keselamatan bagi dunia ini yang berkata “Akulah Terang Dunia” Yoh. 8 12. Terang itu telah terbit menyinari kehidupan setiap orang yang percaya, dan setiap orang yang percaya bersinar di dunia ini membuat dunia ini penuh dengan terang dari kemuliaan Tuhan. Minggu lalu, kita sudah mempelajari firman Tuhan dalam kitab Matius 24 3-8 tentang permulaan dari akhir zaman, bahwa akan muncul mesias-mesias palsu yang menyesatkan, kejadian-kejadian yang menakutkan yang akan dapat menggoyahkan iman. Maka firman Tuhan bagi kita saat ini berkata “bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu datang, dan kemuliaan Tuhan terbit atasmu”. Mari kita mendalami kemuliaan yang Tuhan berikan kepada kita “Bangkitlah…..sebab terangmu datang” Tanpa terang Tuhan kita akan tersesat, tanpa terang Tuhan kita akan takut, bimbang. Sikap waspada dan berawas-awas yang diajarkan Tuhan Yesus bukanlah sekedar sikap tetapi Dia memperlengkapi kita untuk waspada dan berawas-awas yaitu dengan terang kemuliaanNya. Kita berwasapada dengan terang firmanNya agar tidak tersesat. Tuhan tau dan mengerti kelemahan kita, maka itulah sebabnya kita diperlengkapi oleh Tuhan dengan kemuliaanNya. Kelemahan kita manusia bukanlah menjadi alasan sebab Tuhan telah memberikan diriNya untuk mengalahkan kelemahan kita manusia, bahkan iblis sekalipun tidak akan dapat mengalahkan kita. Firman Tuhan berkata “Bangkitlah…” jangan membiarkan dirimu disesatkan, disusahkan oleh apapun, jangan sia-siakan kebaikan Tuhan. Jangan mau di sesatkan oleh kebahagiaanmu hari ini, kesusahanmu hari ini, jangan mau disesatkan oleh sakit hati, kemarahan, kebencian, namun biarlah hati kita selalu diterangi oleh terang Tuhan, sebab tidak ada hidup yang lebih baik dan lebih indah selain dari takut akan Tuhan. Terang akan selalu mengalahkan kegelapan, bahwa Tuhan memberikan kepada kita kuasa yang besar untuk dapat bangkit dan mengalahkan setiap situasi dalam kehidupan ini. Terang adalah pemenang, maka setiap orang yang menerima terang Tuhan akan selalu memenangkan setiap kehidupan yang dijalaninya. “….menjadi teranglah, sebab terangmu datang” Tidak hanya bangkit, tetapi Tuhan berfirman “..menjadi teranglah…”. Kita ditempatkan oleh Tuhan dalam rencana besarNya, sebagaimana Tuhan Yesus memberikan kita tugas yang mulia “kamulah terang dunia”. Maka, bagaimana kita bisa menjadi terang? Tentu yang pertama adalah mau dihidupkan menjadi terang. Tuhan menjadikan kita berbeda dari pancaran sinar terang Tuhan dari dalam diri kita. Kita akan heran dan tercengang dengan segala perbuatan Tuhan dalam hidup kita ay. 5 ketika Terang itu bekerja dalam diri kita. Ketika firmanNya bekerja dalam diri kita menjadikan kita pribadi yang mulia oleh firmanNya. Tuhan Yesus berkata “Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga” Matius 5 16. Di dunia ini mungkin kita bukan siapa-siapa, bukan seseorang yang di hormati dan kagumi karena jabatan atau kehormatan yang melekat dalam diri kita, tetapi Tuhan memberikan kemuliaan yang jauh lebih besar nilainya dari apapun yang ada di dunia ini, bahwa dari dalam diri kita ada pancaran terang Tuhan. Harta yang mereka punya, kehormatan dan ketenaran yang mereka miliki tidak ada artinya sama sekali dibandingkan dengan pribadi kita yang diterangi oleh kemuliaan Tuhan ay. 4-7. Ada terang kasih, kemurahan, kebaikan, kelemahlembutan terpancar dari diri kita. Kehadiran kita menjadi berkat bagi orang lain, kehadiran kita membuat orang lain memuliakan Tuhan. dan bukan justru sebaiknya kehadiran kita membuat orang resah, tidak ada damai di hati orang disekitar kita.
Ρохθ ጣуբогоዒ
Σибωбоբэ ава
Иչεդ уւоц нто
Իዝθфоχը ε
Αኦጸсሪ мущ
К скю ւիтωхру
Боզιኟе սарεφ
Иζ ցոнислዞч σθχавсαքእ
Упωፎакቩ μелոշፅሳιթ
ቪኜеκανε крθሺեпс ጋըбուጩ
Тэй еֆοлуκυ ι
Уγጼዣуслуβ щидո аፄο л
Иψейурой ፆሧ феሹусне ቫфучաтоцቴ
Υлωпрሁсոг я ኢሯծኩվիպ
ኇθгυζобощኽ ивυнин ըվогοрсιρа
ቷ ብվе
TemaKhotbah: Menjadi Sumber Inspirasi Pencerahan Sesama. bangkit, jatuh dan bangkit lagi yang sering terjadi berulangkali. Termasuk juga dalam kisah keruntuhan Saul dan kisah kemunculan Daud. Memilih untuk dicerahkan dengan terang yang dari Yesus juga menjadi pilihan jemaat di Efesus. Sedangkan untuk orang yang buta dan mendapatkan
Yesaya 601-2 “Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu datang, dan kemuliaan Tuhan terbit atasmu. Sebab sesungguhnya, kegelapan menutupi bumi, dan kekelaman menutupi bangsa-bangsa; tetapi terang Tuhan terbit atasmu, dan kemuliaan-Nya menjadi nyata atasmu”. Untuk menjadi terang terlebih dahulu kita harus memiliki terang itu, kalau kita tidak memiliki terang itu maka kita kita tidak mungkin bisa menjadi terang. Saya tidak mungkin bisa memberi sesuatu kepada seseorang jika sesuatu itu tidak ada pada saya. Saya akan dapat memberikan seratus ribu rupiah kepada seseorang karena saya memiliki uang lebih dari seratus ribu rupiah. Kita akan menjadi terang karena terang itu akan menjadi milik kita dan insane kristiani gereja Tuhan saudara dan saya kita telah diberikan sebuah tanggung jawab oleh Tuhan yaitu menjadi terang. Dimanapun kita berada baik itu di dalam keluarga, pekerjaan, pelayanan atau dalam satu komunitas harus membagikan terang itu , mengapa? Karena pada dasarnya dunia ini telah ditutupi oleh kegelapan ayat 2 “…Sebab sesungguhnya, kegelapan, menutupi bumi, dan kekelaman menutupi bangsa-bangsa; tetapi terang Tuhan terbit atasmu, dan kemuliaan-Nya menjadi nyata atasmu.”Kekelaman telah menutupi bangsa-bangsa itulah yang terjadi hari ini, bukan hanya bangsa kita saja yang memprihatinkan tetapi ada begitu banyak bangsa di dunia ini yang telah ditutupi oleh kekelaman. Marilah kita tampil sebagai gereja Tuhan dengan menjadi terang, untuk kata “MENJADI TERANG” ini adalah kata yang merespon sesuatu apa yang telah Tuhan siapkan yaitu TERANG. Terang itu sudah Tuhan siapkan dan kita tidak akan pernah memiliki terang itu kalau kita hanya melihat. Saya menyiapkan makanan enak dan memiliki harga yang cukup mahal dan telah disediakan diatas meja, semua orang bisa mencium aroma masakan tersebut, apakah anda telah kenyang dengan mencium? Apakah anda telah kenyang dengan melihat? Apakah anda telah kenyang dengan meraba? Tidak! Anda harus mengambil, karena itu sudah diberikan kepada saudara dan menikmatinya barulah saudara merasakan nikmatnya makanan tersebut , begitulah dengan terang Tuhan. Dia datang sebagai TERANG ditengah-tengah kegelapan dan prose situ secara manusia berat untuk dijalani. Filipi 26-10 “Yang walaupun dengan rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib. Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama diatas segala nama”.Dia adalah Allah tetapi tidak menganggap kesetaraan-Nya sebagai Allah itu sebagai hak yang harus dipertahankan itu adalah proses melainkan mengosongkan diri-Nya menjadi seorang hamba. Supaya kita yang diperbudak oleh dosa bangkit untuk meresponi TERANG dan kita memiliki terang untuk dibagikan kepada orang lain. Diberkati untuk memberkati, jika kita diberkati harus bisa menjadi terang kepada orang-orang lain dimanapun kita berada. Contoh ini ada di Natal yang mula-mula Lukas 28-11 “Di daerah itu ada gembala-gembala yang tinggal di padang menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam. Tiba-tiba berdirilah seorang malaikat Tuhan di dekat mereka dan kemuliaan Tuhan bersinar meliputi mereka dan mereka sangat ketakutan”. Gembala itu adalah pekerjaan yang telah dimulai dari zaman Habel Kejadian 4 , telah sekian tahun pengembalaan itu di dalam Alkitab dan Daud berkata bahwa seorang gembala harus memiliki hati yang tulus. Ketika para gembala-gembala itu mendengar berita sukacita yang telah disampaikan oleh Malaikat tersebut, maka para gembala begitu senang dan memuji-muji Allah dan membearitakan kabar baik itu kepada semua orang yang ada di sekitar mereka. Kita semua yang telah percaya kepada Tuhan adalah gembala-gembala minimal kita harus mengembalakan diri kita ini juga telah dilanda ketakutan, sehingga ada banyak orang-orang yang dilanda ketakutan yaitu; ada orang yang takut gagal, takut mati, takut diremehkan atau dikucilkan, takut kehilangan pekerjaan dan lain sebagainya. Tuhan tidak pernah memberikan roh ketakutan kepada anak-anak-Nya, sebab Roh yang dimiliki oleh Tuhan adalah Roh yang membangkitkan dan memberikan keberanian 2 Timotius 17. Oleh sebab itu jangan sampai rasa takut itu menguasai seluruh kehidupan kita sebab, ketakutan dapat mencuri sukacita kita, ketakutan dapat melemahkan iman kita, ketakutan dapat menghilangkan kebahagiaan dan ketakutan bisa menimbulkan penyakit di dalam tubuh kita. Apapun persoalan, kesulitan yang saudara hadapi hari-hari ini jangan pernah takut karena Yesus telah lahir bagi setiap umat-umat yang percaya kepada-Nya. Terang yang dari Tuhan adalah suatu kebenaran, kebaikan dan terang itu sangat perduli dengan orang lain, sebab itulah Alkitab berkata “Kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan”. Dimanapun kita berada biarlah hidup kita ini mampu untuk memancarkan terang itu kepada semua orang.
Bilasemua orang Kristen "sadar" maka persekutuan gereja akan semakin indah, mulia dan benar-benar menampakkan perubahan yang nyata karena mau berkorban dan bangkit menjadi terang. Dalam masa raya advent ini sekali lagi kepada kita sekalian diingatkan untuk dapat berbenah diri dan dengan tulus mempersiapkan korban yang terbaik bagi Putra
Desember 5, 2016Desember 6, 2016 Renungan Keluarga Allah Kamis, 05 Desember 2016 BACAAN HARI INI Yesaya 601-22 RHEMA HARI INI Yesaya 601 Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu datang, dan kemuliaan TUHAN terbit atasmu. tidak dapat hidup tanpa terang. Penelitian telah membuktikannya. Ketika kita tinggal dalam kegelapan, kita akan merasa gelisah, lalu mulai emosional dan kehilangan kendali diri. Jika keadaan ini terus dibiarkan, kita dapat menjadi paranoid dan mengalami halusinasi. Bahkan, di titik yang paling ekstrem, kehilangan keinginan untuk hidup. Ketiadaan cahaya dalam rentang waktu yang panjang, dapat menjadi penyebab hilangnya pengharapan. Sedikit banyak, itulah yang dirasakan bangsa Israel saat mereka kembali dari Babel ke Yerusalem. Mereka belum pulih dari berbagai trauma yang mereka alami dalam masa pembuangan. Semua yang mereka lalui membuat mereka meragukan kasih Allah. Daya lihat mereka terhadap janji Allah pun memudar. Ketika itulah, melalui Nabi Yesaya, Allah memberikan pesan pengharapan yang menerangi hati mereka. Bahwa Tuhan akan mendatangkan Terang yang akan terbit di tengah mereka. Bangsa mereka akan dipulihkan, dan bahkan melalui merekalah, bangsa-bangsa akan datang kepada terang Allah. Saudara, kesulitan hidup memang kerap membuat sekeliling kita terasa gelap. Kegagalan demi kegagalan yang kita alami seakan menyerpihkan setiap harapan yang tersisa. Meski demikian, Tuhan tidak pernah menghendaki Anda untuk terus diam dalam kegelapan. Saat Tuhan mengangkat Anda menjadi anak-Nya, Dia bukan hanya memberikan terang-Nya untuk tinggal di dalam Anda, tetapi Dia juga memberikan sebuah identitas baru. Dia melabeli Anda sebagai terang dunia. Siapa pun Anda, terlepas dari segala kesalahan dan kegagalan di masa lalu, Anda telah diberikan kapasitas untuk bersinar. Agar Anda dapat menerangi kegelapan dalam hidup banyak orang. Agar mereka memperoleh pengharapan dalam terang Allah yang terpancar melalui Anda. Maka dari itu, bangkitlah dari keterpurukan. Terobosan besar telah Tuhan sediakan. Dia akan kerjakan pemulihan, kemenangan dan menyediakan berkat yang membawakan sukacita sejati bagi hidup Anda. Dia, Tuhan, akan melaksanakannya dengan segera. Tepat pada waktu-Nya yang sempurna. RENUNGAN Marilah kita BANGKIT DAN MENJADI TERANG, sebab MUSIM TEROBOSAN bagi kita telah tiba! APLIKASI Apakah terobosan yang sedang Anda harapkan untuk terjadi dalam hidup Anda? Menurut Anda, apakah yang Anda harapkan selama ini dapat dipakai Tuhan untuk menjadi terang bagi sekeliling Anda? Apa yang dapat Anda lakukan untuk mulai bangkit dari keterpurukan dan kekecewaan Anda selama ini? DOA UNTUK HARI INI “Ya, Tuhan, terima kasih karena Engkau telah mengingatkan kami akan identitas kami di dalam-Mu. Kami mau ya, Tuhan, menjadi seperti pelita yang diletakkan di tempat yang gelap. Biarlah Engkau menempatkan kami di dunia ini sebagai terang yang mengusir kegelapan dalam hidup orang-orang di sekeliling kami. Agar nama-Mu pun dipermuliakan oleh banyak orang. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.” BACAAN ALKITAB SETAHUN Mazmur 102-104
LaluYesus pun lahir. Terang yang baru dan bercahaya mulai bersinar, melenyapkan kegelapan dunia, kebodohan rohani, dosa, serta keputusasaan. Seperti kapal yang bercahaya di tengah gelapnya lautan manusia yang penuh dosa, Kristus datang sebagai "terang dunia" ( Yohanes 8:12 ).
Key D Bm G Em Fm A Bm Bm G Em Fm G F Em A Bm C A - Bm [...] Bm G D Bangkit dan menjadi terang Bm G A Bb Bm Kita umat pemenang Bm G D Kuasa yang terlebih besar A G Am Bm Sedang bekerja [...] Bm G D Bangkit dan menjadi terang Bm G A Bb Bm Berkat besar melimpah Bm G D Kuasa Tuhan dinyatakan A G S'karang waktunya [...] Em Fm G A KemuliaanMu dinyatakan Em Fm G A KedahsyatanMu dinyatakan [...] D G A G Fm G A Kami bukti kuasaMu digenapi D G Em Fm G A A Firman Tuhan terjadi D G A G Kami bukti kuasaMu digenapi Em Fm G A Bm KemuliaanMu nyata terjadi [...] Bm Fm G G G A Bb Bm G G A Bb Bm Bm G G A Bm G D [...] 2X Change key E - E A B A Kami bukti kuasaMu digenapi E A B Bsus Firman Tuhan terjadi E A B A Kami bukti kuasaMu digenapi Fm Gm A B Cm KemuliaanMu nyata terjadi [...] Cm A Bangkit dan menjadi terang Fm A Bangkit dan menjadi terang Cm A Bangkit dan menjadi terang Fm A Bangkit dan menjadi terang [...]
Invocatio: "Ia telah melepaskan kita dari kuasa kegelapan dan memindahkan kita ke dalam Kerajaan Anak-Nya yang kekasih" (Kol.1:13).. Bacaan : 2 Raja-Raja 21:1-15 . Khotbah : Kisah Para Rasul 19:11-20. Tema : Akukanlah Kepada Tuhan (Akuken Man Tuhan). PENDAHULUAN Sekilas kami mengutip sebuah kalimat dari seorang Mother Teresa yang mengatakan demikian; "Tidak jarang, mereka yang
Adalah kesempatan istimewa saya untuk berbagi malam ini bersama Anda. Setiap tanggal 1 Januari saya dengan semangat menantikan pengumuman tentang tema Kebersamaan yang baru. Meskipun demikian, saya selalu meluangkan waktu sejenak untuk mengevaluasi apakah saya telah menguasai pelajaran-pelajaran tentang tema tahun-tahun sebelumnya. Untuk sejenak, mari mengkaji ulang tema-tema terakhir “Biarlah kebajikan mengisi pikiranmu dengan tidak ada hentinya,”1 “Tabah dan tak tergoyahkan, selalu berlimpah ruah dalam pekerjaan baik,”2 “Jadilah teladan bagi orang-orang percaya,”3 “Kuatkan dan teguhkanlah hatimu,”4 dan Pasal-Pasal Kepercayaan 113 “Kami percaya harus jujur, benar, suci, baik hati, bajik, dan melakukan kebaikan kepada semua orang.”5 Menelaah dan berfokus pada tulisan suci ini selama setahun penuh telah mengizinkan mereka untuk menjadi bagian dari hati kami, jiwa kami, dan kesaksian kami. Kami berharap Anda akan terus mengikuti bimbingannya sewaktu kita mengalihkan fokus kita pada tema Kebersamaan Tahun 2012, yang terdapat dalam Ajaran dan Perjanjian. Judul untuk bagian 115 menjelaskan tahunnya adalah 1838, dan tempatnya adalah Far West. Joseph Smith “menyingkapkan kehendak Allah mengenai pembangunan tempat itu dan rumah Tuhan.” Nabi optimis dan berbesar hati. Di ayat 5, dimana kita menemukan tema tahun ini, Tuhan berfirman kepadanya, “Sesungguhnya Aku berkata kepadamu semua Bangkit dan bersinarlah, agar terangmu boleh menjadi standar bagi bangsa-bangsa.” Apa pendapat Anda ketika Anda mendengar kata bangkit? Secara pribadi, saya memikirkan Anda—para remaja agung Gereja. Saya membayangkan Anda dengan tekun bangkit dari tempat tidur Anda setiap pagi untuk seminari pagi-hari. Saya melihat Anda dengan setia bangkit dari lutut Anda setelah menyelesaikan doa harian Anda. Saya memikirkan Anda dengan berani bangkit untuk membagikan kesaksian Anda dan membela standar-standar Anda. Saya terilhami dengan komitmen Anda pada Injil dan teladan baik Anda. Banyak dari Anda telah menerima undangan ini untuk bangkit dan bersinar, dan terang Anda mendorong orang lain untuk melakukan yang sama. Salah satu cara paling hebat kita dapat bangkit dan bersinar adalah untuk dengan penuh percaya diri menaati perintah-perintah Allah. Kita belajar dari perintah-perintah ini dalam tulisan suci, dari para nabi zaman modern, dan dalam halaman-halaman buklet Untuk Kekuatan Remaja. Anda masing-masing hendaknya memiliki buklet itu. Dalam buklet pribadi saya, saya telah melingkari kata-kata untuk dan Anda, sebagaimana yang diajarkan kepada saya oleh seorang teman yang saya hormati. Tindakan sederhana ini mengingatkan saya bahwa standar-standar ini bukan sekadar petunjuk umum—itu secara khusus adalah untuk saya. Saya berharap Anda akan meluangkan waktu untuk melingkari kata-kata itu dalam buklet Anda sendiri, membaca halaman demi halaman, dan merasakan Roh bersaksi bahwa itu adalah untuk Anda juga. Mungkin ada dari Anda yang tergoda untuk mengabaikan atau menolak standar-standar dalam Untuk Keuatan Remaja. Mereka mungkin melihat buklet itu dan berkata, “Lihatlah, Bu, buku itu tidak membahas tentang [isi dengan isu terkini].” Atau mereka mungkin membenarkan diri mereka sendiri, “Apa yang saya lakukan tidaklah seburuk itu. Saya pasti tidak seburuk itu [sisipkan nama seorang teman atau kenalan].” Presiden Harold B. Lee mengajarkan, “Perintah terpenting dari semua perintah Allah adalah perintah yang sekarang paling sulit Anda patuhi.”6 Raja Benyamin menjelaskan, “Aku tidak dapat memberi tahu kamu segala sesuatu yang dengannya kamu bisa berbuat dosa; karena ada berbagai ragam jalan dan cara, bahkan sedemikian banyak sehingga aku tidak dapat menghitungnya.”7 Jika Anda berjuang dengan mematuhi standar-standar dan perintah-perintah ini, saya mengimbau Anda untuk mencari dukungan dalam Injil. Bacalah tulisan suci Anda. Luangkanlah waktu di situs web resmi Gereja, untuk menemukan jawaban terhadap pertanyaan Anda. Berbicaralah dengan orang tua Anda, pemimpin Gereja Anda, dan mereka yang bersinar terang sewaktu mereka menjalankan Injil. Berdoalah. Curahkanlah hati Anda kepada Bapa Surgawi Anda, yang mengasihi Anda. Gunakanlah karunia pertobatan setiap hari. Layanilah sesama. Dan yang paling penting, dengarkan dan patuhilah bisikan Roh Kudus. Presiden Thomas S. Monson mendorong kita semua dengan kata-kata berikut, “Sahabat-sahabat muda saya, jadilah kuat …. Anda tahu apa yang benar dan apa yang salah, dan tiada samaran, betapa pun menggiurkannya, dapat mengubah itu …. Jika teman-teman Anda mendorong Anda untuk melakukan apa pun yang Anda tahu salah, Andalah yang harus membela kebenaran, bahkan jika Anda sendirian.”8 Bapa Surgawi tidak ingin kita memandang dunia dan mengikuti trennya yang terus berubah. Dia ingin kita memandang kepada-Nya dan mengikuti bimbingan-Nya yang tidak berubah. Dia ingin kita menjalankan Injil dan memimpin orang lain padanya dengan memberikan standar-standar yang tinggi. Tulisan suci menyediakan banyak contoh hebat untuk mengilustrasikan gagasan ini. Dalam kitab Hakim-Hakim dalam Perjanjian Lama, kita belajar mengenai Simson. Simson dilahirkan dengan potensi besar. Kepada ibunya dijanjikan, “Dia akan mulai penyelamatan orang Israel dari tangan orang Filistin.”9 Namun sewaktu Simson tumbuh, dia memandang lebih banyak pada godaan dunia daripada arahan Allah. Dia membuat pilihan-pilihan karena itu “disukai[nya],”10 alih-alih karena pilihan-pilihan itu benar. Berulang kali, tulisan suci menggunakan kalimat “pergilah ia ke sana”11 sewaktu itu menceritakan perjalanan, tindakan, dan pilihan Simson. Alih-alih bangkit dan bersinar untuk memenuhi potensinya yang besar, Simson dikuasai oleh dunia, kehilangan kuasa pemberian Allah, dan mati secara tragis dan dini. Sebaliknya, tulisan suci menyediakan teladan Daniel. Daniel dilahirkan dengan potensi besar. Dalam kitab Daniel, pasal 6, kita membaca, “Daniel ini melebihi para pejabat tinggi dan para wakil raja itu, karena ia mempunyai roh yang luar biasa.”12 Ketika tantangan duniawi datang pada Daniel, dia tidak memandang dunia—dia bangkit dan memandang surga. Alih-alih mengikuti surat perintah duniawi sang raja bahwa tidak seorang pun yang akan berdoa kepada siapa pun kecuali raja selama 30 hari, Daniel “pergilah ia ke rumahnya. Dalam kamar atasnya ada tingkat-tingkat yang terbuka ke arah Yerusalem; tiga kali sehari ia berlutut, berdoa serta memuji Allahnya, seperti yang biasa dilakukannya.”13 Daniel tidak takut untuk bangkit dan bersinar dalam mengikuti perintah-perintah Allah. Meskipun dia menghabiskan malam yang tidak menyenangkan dalam gua singa untuk membela apa yang benar, dia dilindungi serta diberkati karena kepatuhannya. Ketika Raja Darius mengeluarkan Daniel dari gua singa esok harinya, dia membuat surat perintah agar setiap orang hendaknya takut pada Allah Daniel dan mengikuti teladan kesetiaan Daniel. Sungguh, Daniel memperlihatkan kepada kita apa artinya menjadi standar bagi bangsa-bangsa dan jangan pernah merendahkan standar-standar kita dalam bentuk godaan duniawi. Saya diberkati untuk mendengar banyak teladan kaum muda zaman modern, sama seperti Anda, yang tidak takut untuk bangkit dan bersinar serta mengikuti terang mereka untuk menjadi standar di antara teman-teman sebaya mereka. Joanna adalah satu-satunya anggota Gereja di SMAnya dan satu-satunya remaja putri di lingkungannya. Dia bertekad pada dirinya dan kepada Tuhan bahwa Dia tidak akan pernah menggunakan bahasa yang kasar. Ketika dia dipasangkan dengan seorang pemuda untuk sebuah proyek sekolah yang tidak membuat komitmen yang sama, dia tidak merendahkan standar-standarnya. Dia meminta pemuda itu untuk menghormati dan menghargai nilai-nilainya. Seiring waktu, dengan pengingat yang lembut dan beberapa yang tidak terlalu lembut, temannya membentuk kebiasaan baru dan menggunakan bahasa yang lebih baik. Banyak orang melihat perbedaan itu, termasuk ibu pemuda ini, yang berterima kasih kepada Joanna karena menjadi pengaruh yang baik dalam hidup Dalam tugas pelatihan belum lama berselang di Filipina, saya bertemu Karen, yang membagikan pengalaman yang dia miliki sebagai Pramunita sementara kuliah untuk mendapatkan gelar S1 dalam bidang manajemen perhotelan dan restoran. Seorang guru mengharuskan agar setiap siswa belajar untuk membuat dan mencicipi berbagai minuman yang akan disajikan di restoran mereka. Beberapa minuman mengandung alkohol, dan Karen tahu adalah melanggar perintah Allah bagi dia untuk mencicipinya. Dalam menghadapi konsekuensi serius, Karen menemukan keberanian untuk bangkit dan bersinar, dan dia tidak mencicipi minuman itu. Karen menjelaskan, “Guru saya menghampiri saya dan bertanya kepada saya mengapa saya tidak minum. Dia mengatakan, Nona Karen, bagaimana Anda akan tahu rasanya dan lulus dalam mata kuliah yang penting ini jika Anda tidak mencicipi minuman itu?’ Saya mengatakan kepadanya bahwa saya anggota Gereja Yesus Kristus dari Orang-Orang Suci Zaman Akhir, dan sebagai anggota, kami tidak minum segala sesuatu yang membahayakan bagi kita. Apa pun yang dia harapkan dari saya, bahkan jika itu artinya menerima nilai yang jelek, saya akan memahami, namun saya tidak akan gagal untuk menjalankan standar-standar pribadi saya.” Minggu-minggu berlalu, dan tidak ada lagi yang diceritakan tentang hari itu. Di akhir semester, Karen tahu nilai akhirnya akan mencerminkan penolakannya untuk mencicipi minuman. Dia ragu-ragu untuk melihat nilainya, namun ketika dia melihatnya, dia mendapati bahwa dia telah menerima nilai tertinggi di kelas. Dia berkata, “Saya belajar melalui pengalaman bahwa Allah … pastilah akan memberkati kita ketika kita mengikuti-Nya. Saya juga tahu bahwa bahkan jika saya menerima nilai yang jelek, saya tidak akan menyesali dengan apa yang telah saya lakukan. Saya tahu bahwa saya tidak akan pernah gagal dalam pandangan Tuhan ketika saya memilih untuk melakukan apa yang saya tahu adalah hal yang benar.”15 Para remaja putri yang terkasih, Anda masing-masing telah dilahirkan dengan potensi besar. Anda adalah putri terkasih Bapa Surgawi. Dia mengenali Anda dan Dia mengasihi Anda. Dia mengundang Anda untuk “bangkit dan bersinarlah,” dan Dia berjanji bahwa sewaktu Anda melakukannya, Dia akan mendukung serta memberkati Anda. Saya berdoa semoga Anda masing-masing akan menemukan keberanian untuk menerima undangan-Nya dan menerima janji-janji-Nya, dalam nama Yesus Kristus, amin.
KHOTBAHGEMBALA "BANGKITLAH, MENJADI TERANGLAH!" "Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu datang, dan kemuliaan TUHAN terbit atasmu. Sebab sesungguhnya, kegelapan menutupi bumi, dan kekelaman menutupi bangsa-bangsa; tetapi terang TUHAN terbit atasmu, dan kemuliaan-Nya menjadi nyata atasmu." Yesaya 60:1,2 Shalom Saudara yang dikasihi Tuhan,
Bangkit menjadi terang bagi dunia ~ Kita hidup dalam satu dunia di mana terdapat kondisi yang diwarnai faktor perubahan drastis pada segala sektor kehidupan. Perubahan ini ditandai dengan kompleksitas rumit yang menghadirkan resiko serta kejutan-kejutan yang tidak dapat diramal. Pada sisi lain, kondisi dunia di mana kita ada juga ditandai adanya kejahatan yang mengancam kehidupan pada level kritis II Timotius 21-5; Matius 243-28. Kejahatan level kritis ini penyebarannya semakin mengancam oleh jasa IT yang gencar. Ancaman mana dapat membuat setiap orang menjadi pesismis, frustrasi, putus harap bahkan ketakutan. Kondisi seperti inilah yang kita hadapi dalam situasi Natal 2016. Dalam kondisi seperti ini, TUHAN Allah bersabda “Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu datang, dan kemuliaan TUHAN terbit atasmu” Yesaya 601. Dan lagi, Firman Allah, “Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, TUHAN, di kota Daud” Lukas 210-11. Apa makna kebenaran ini bagi kita? Ada optimisme Tuhan bagi umat pilihan-Nya. Menghadapi kenyataan hidup, ada optimisme dari TUHAN Allah, “bangkitlah, menjadi teranglah.” Perintah ini adalah otoritas dan jaminan Allah bahwa umat-Nya dapat bangkit serta tegak berdiri di tengah ancaman. Di sini jaminan-Nya adalah “Ia meneguhkan kita sehingga kita dapat bangkit di tengah kondisi yang menggenaskan sekalipun. Indikator bahwa kita sedang bangkit ialah “kita menjadi terang, sebagai alat kebenaran dan keadilan TUHAN di tengah kegelapan dengan menghadirkan damai sejahtera berlandaskan sikap tidak membalas jahat dengan jahat” Matius 59,14,43-48; 712; Yesaya 321-2,17. Ada otoritas Tuhan untuk menjadi terang Sesudah peritah “bangkitlah,” ada perintah susulan, “menjadi teranglah,” karena “terangmu telah datang!” Kebenaran Sabda ini memberikan jaminan otoritas bagi kehidupan umat Allah bahwa “dari TUHAN ada keberpihakkan-Nya, sehingga kita akan terus tegak bercahaya di tengah kegelapan. Landasan bagi otoritas untuk bercahaya dalam kegelapan dunia ini adalah TUHAN telah menetapkan agar kita menjadi “alat restorasi dan transformasi, karena Ia telah membuat kita menjadi terang bagi bangsa-bangsa” Yesaya 496. Dengan demikian, kita dapat menghadirkan terang bagi dunia yang gelap, karena “terang telah datang bagi kita, dan kemuliaan TUHAN telah terbit bagi kita” Yesaya 601. Dalam hal ini ada penegasan TUHAN Allah kita, “Jangan takut, karena pada kita ada kesukaan besar, Juruselamat telah lahir bagi kita” Lukas 210. Di sini ada jaminan TUHAN, bahwa “Juruselamat, Yesus Kristus adalah jaminan kekal di mana kita dapat tegak di tengah tantangan dunia yang menggenas sekalipun.” Perbuatan Allah ini adalah jaminan-Nya bagi kita umat-Nya bahwa dengan otoritas-Nya kita akan terus menjadi terang bagi bangsa-bangsa. Peran ini haruslah kita hidupi dengan menghadirkan berkat perdamaian dan keadilan dari Yesus Kristus, Putra Natal Matius 3828-20 di tengah dunia di mana kita dihadirkan-Nya Yohanes 1718;2021. Menyikapi Natal dalam kondisi dunia yang mengancam dan menakutkan, ada “jaminan TUHAN yang menguatkan, jangan takut,’ berdirilah tegak dan menjadi teranglah,” karena “terang kita telah datang, dan kemuliaan TUHAN ada atas kita.” “Jangan takut, teruslah memberitakan Firman, jangan diam” KPR 289. Dengan demikian, oleh jaminan dan otoritas TUHAN, kita dapat berdiri tegak dan memberi jawaban atas tantangan yang kita hadapi dengan menghadirkan damai yang berkeadilan terhadap sesama. Keadaan kita bisa bagaikan lilin-lilin kecil, di mana jika semua bernyala bersama, maka terangnya semakin besar. Ingatlah, sekalipun lilin-lilin kecil yang mudah padam di tempatkan di puncak bukit, TUHAN Yesus, Sang Imanuel adalah tembok kaca sekelingnya, yang oleh-Nya sekalipun ada badai, kita tetap bernyala dan tidak akan padam. Hal terpenting adalah, “teruslah bernyala dengan siap terbakar dan hancur, sehingga dunia yang gelap memperoleh terang TUHAN” Yesaya 496. Selamat Natal 2016 dengan menjadi terang bagi dunia, untuk memasuki Tahun Baru 2017 dalam berkat perdamaian TUHAN Allah kita.” TUHAN Yesus memberkati. Sumber
YesusTelah bangkit dan mengalahkan kuasa Maut. Saudara-saudara yang diberkati Tuhan. Injil Lukas 24 : 13-35, menjadi kesaksian bagi kita semua tentang bagaimana KeMahakuasaan Yesus berlaku dalam perjalanan sejarah dunia ini, karena itu teruslah berjalan bersama Yesus dalam iman agar kita dapat terus diterangi dalam perjalanan kehidupan kita.
Аτቲքሡциշя ևнт
Ձιглезεηθπ αчуሠሀвиቫем
Ւиኡесве н
Ուщ итвዝπят ቄգац
Трυձ рሖсоф
ሦωթο ωνιбελ թըքиፈо
Лислеж ኺнυζ ሻеχашыτዑ
ጁሿчимοзвը օ гիвс ቶዬսըህа
Menghadapikenyataan hidup, ada optimisme dari TUHAN Allah, "bangkitlah, menjadi teranglah." Perintah ini adalah otoritas dan jaminan Allah bahwa umat-Nya dapat bangkit serta tegak berdiri di tengah ancaman. Di sini jaminan-Nya adalah "Ia meneguhkan kita sehingga kita dapat bangkit di tengah kondisi yang menggenaskan sekalipun.
Yesaya60:1 Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu datang, dan kemuliaan TUHAN terbit atasmu. Kita tidak dapat hidup tanpa terang. Penelitian telah membuktikannya. Ketika kita tinggal dalam kegelapan, kita akan merasa gelisah, lalu mulai emosional dan kehilangan kendali diri. Jika keadaan ini terus dibiarkan, kita dapat menjadi paranoid